Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Daun Alpukat (Persea americana Mill) terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus
DOI:
https://doi.org/10.25026/mpc.v4i1.157Keywords:
Antibakteri, Persea americana Mill, disc diffusionAbstract
Daun alpukat (Persea americana Mill) merupakan tanaman yang sudah sejak lama dikenal masyarakat indonesia serta digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit. Salah satunya adalah sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan konsentrasi efektif dari fraksi n-heksan, etil asetat dan n-butanol. Pengujian daun alpukat ini menggunakan metode disc diffusion dengan mengamati Konsentrasi Hambat Minimum dan Konsentrasi Bunuh Minimum. Bakteri yang diujikan adalah Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Konsentrasi fraksi yang digunakan yakni 0,5%, 1%, 3%, 5% dan 10%. Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi antibakteri pada semua fraksi daun alpukat yang ditunjukkan dengan adanya zona bening di sekitar paper disk. Zona bening terbesar adalah 10,09 mm diperoleh dari fraksi n-heksan dengan konsentrasi 10% pada biakan bakteri Escherichia coli.
References
Agoes, G. 2007. Teknologi Bahan Alam. Bandung. Penerbit ITB Press
Djidje, M.N. 2008. Analisis Mikrobiologi Farmasi. Labolatorium Mikrobiologi Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin. Makassar.
Pelczar, M.j. 2009. Dasar-Dasar Mikrobiologi II. UI-Press. Jakarta.
Prayitno, Endro K. dan Nurimaniwati. 2003. Proses Ekstraksi Bahan Pewarna Alam dari Limbah Kayu Mahoni. Puslitbang Teknologi Maju. BATAN. Yogyakarta
SNI, 2009. Batas Maksimum Cemaran Mikroba Dala m Pangan. SNI 7388 : 2009
Rifa, A., 2010. Pengaruh Ekstrak Daun alpukat (Persea americana) Terhadap Aktivitas Antibakteri Staphylococcus aureus. Akademik Farmasi Putra Indonesia: Malang









