Aktivitas Penghambatan Xanthine Oxidase Ekstrak Etanol dan Air Dari Herba Suruhan (Peperomia pellucida L.)
DOI:
https://doi.org/10.25026/mpc.v3i2.149Keywords:
herbasuruhan, xanthine oxidase, flavonoid total, IC50Abstract
Xanthine oxidase adalah enzim yang bekerja mengoksidasi hipoxanthine menjadi xanthine dan selanjutnya membentuk asam urat di dalam tubuh. Terjadinya peningkatan kadar asam urat didalam tubuh yang melebihi batas normal disebabkan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung purin dan kurangnya kemampuan ginjal dalam mengekskresikan asam urat. Herba suruhan (Peperomia pellucida L.) merupakan tanaman yang memiliki aktivitas dalam menghambat xanthine oxidase. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan daya hambat xanthine oxidase (IC50) dari ekstrak etanol dan air. Hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak kental herba suruhan dalam pelarut etanol dan pelarut air memiliki kadar flavonoid total sebesar 4,23% dan IC50 40,79 bpj dan Ekstrak kental herba suruhan dalam pelarut air memiliki kadar flavonoid sebesar 1,43% dan IC50 43,11 bpj. Ekstrak etanol dan air herba suruhan memiliki penghambatan terhadap xanthine oxidase.
References
2. Irma M.Tarigan., Saiful B., Awaluddin S., 2012. Aktivitas Antihiperurisemia Ekstrak Etanol Herba Suruhan (Peperomia pellucida (L.) Kunth) Pada Mencit Jantan, J.of Pharm.and Pharmacol, Vol 1(1):37-43
3. Cos P., et.al., 1998. Structure Activity Relationship and Classification of Flavonoids as Inhibitors of Xanthine Oxidase and Superoxide Scavengers, J.Nat.Prod., 61:71-76
4. Pacher P, Nivorozhkin A, Szabo C., 2006. Therapeutic Effects of Xanthine Oxydase Inhibitors: Renaissance Half a Century after the Discovery of Allopurinol. J. Pharmacol. Rev. Vol.59(1):87-114.
5. Dalimartha S. 2000. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jilid 4. Jakarta: Trubus Agriwidya, h.91-92
6. Elisabeth N.B., Adeanne C.W., Ivitny P., 2012. Uji efektivitas antiinflamasi infus herba suruhan (Peperomia pellucida L.) pada tikus putih (Rattus norvegicus. Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3 No.2
7. Sri Hartati H., R.P Andri Putranto, Hari Purnomo, Diding HP, 2010. Efek hipoglikemik ekstrak etanol herba suruhan (Peperomia pelucida L.) pada tikus diabetik yang diinduksi streptozotocin. J. Bahan Alam Indonesia Vol.7 No.3.
8. Gunawan,S.G., R.Setyabudi,FD., Nafrialdi & Elysabeth, 2007. Farmakologi dan terapi, 2007. Edisi 5. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
9. Nagao A, Seki M, Kobayashi H., 1999. Inhibition of Xanthine Oxydase by Flavonoids. J. Biochem. Vol.63(10):1787-1790
10. Fansworth, Norman R. Biological and phytochemical screening of plants. Journal of Pharmaceutical Science, 1966; 55 : 226-276; 262,264
11. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Farmakope Herbal Indonesia. Edisi I. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan; 2008
12. Owen P, Johns T., Xanthine oxidase inhibitory activity of northeastern North American plant remedies used for gout. J.of Ethnopharmacology 1999; 64:149-160
13. Yumita A, Suganda AG, Sukandar EY. Xanthine oxidase inhibitory activity of some indonesian medicinal plants and active fraction of selected plants. 2013; 5 : 295.
14. Harborne JB, 1996. Metode fitokimia penuntun cara modern menganalisis tumbuhan. Edisi 2. Diterjemahkan oleh Kosasih P, Iwang S. Bandung: Penerbit ITB; h. 6-8,87,97-99.
15. Pulak, M., Priya, A., Satya, V., Ethno-medicinal, Phytochemical and Pharmacological review of an amazing medicinal herb Peperomia pellucida (L.) HBK, Research Journal of Pharmaceutical, Biological and Chemical, 2011, Vol 2(4), 358-364.









